Resep Masakan dalam Business FOREX

written by on May 8, 2013 in Story with no comments

Salam Hangat untuk Pak Cun & Fxpod Team,

Sungguh sesuatu yang kesempatan yang menarik menceritakan pengalaman kenapa saya membeli Buku The “Lazy Way” of Forex Trading + sampai “terhipnotis” mengikuti Workshop yang dibawakan oleh Pak Secundo. Perkenalkan nama saya Johanes Halim (28) saya bekerja di sebuah perusahaan pabrik kertas terbesar di ASIA dimana disini saya bekerja sebagai seorang IT.

Awal mula saya membeli Buku The “Lazy Way” of Forex ini tidak lepas dari keinginan saya ditahun 2013 untuk memperoleh Income yang lebih agresif dari tahun-tahun sebelumnya dimana sebelumnya sebagian penghasilan saya sisihkan untuk Investasi kedalam bentuk Reksadana dan Deposito.
Setelah hampir satu tahun lebih saya menabung, saya mengkalkulasi kira-kira Dana Investasi saya berkembang tidaklah banyak. Mungkin karena beberapa faktor: baik itu dana yang disetor terlalu sedikit (maklum status masih karyawan) sehingga bunga yang diterima sedikit atau Investasi yang saya pilih yang beresiko kecil sehingga bunganya juga tidak agresif.

Maka ditahun 2013 ini saya membuat sebuat GOAL bagaimana cara untuk mengembangbiak dana saya lebih agresif lagi tetapi tentunya resiko tetap rendah. Adakah Investasi yang seperti ini?

Selama bulan januari, setiap pagi dan pulang kantor. Dimobil saya selalu menyempatkan untuk mendengarkan Radio Business jakarta dimana sebelumnya saya sangat suka mendengar siaran favorit saya. Saat itu saya banyak sekali mendengar Perusahaan2 Edukasi Investasi yang menawarkan Jasa-jasa/pelatihan untuk para pemula.  Mulai dari Saham, Option, Forex sampai Property School juga ada.  (perkenalannya panjang bener ya, pastinya pembaca bingung kapan diceritain nih hubungan cerita diatas dengan Buku The “Lazy way”of Forex trading)

Ok, langsung saja

Buku The “Lazy way” of Forex trading ini saya beli. Dimana tanggal 25 Jan 2013 jam 5 atau 6 sore ada talk show mengenai Seminar GRATIS mengenai FOREX yang dibawakan oleh Pak Secundo Lee yang katanya sejak 10thn Pak Secundo sudah bisa membuat sebuah program.Wahh genius sekali pikir saya. Dan karena saya masih ragu diselimiti dengan rasa penasaran yang tinggi mengenai sosok Secundo Lee. Maka secara otomatis saya mencari profile Pak Secundo di internet + mencari buku yang di terbitkan sendiri oleh Pak Secundo.

Setibanya di toko buku, meski kantong sedang bolong karena pada tanggal tersebut belum gajian. Tanpa pikir panjang saya menggesek kartu saya dan membeli buku berjudul THE “LAZY” WAY of FOREX TRADING. Buku ini saya beli selain penasaran dengan isi didalamnya + di cover ada tertulis BEST SELLER! sehingga rasa penasaran untuk membaca seluruh Bab-bab yang ada makin tinggi. Dan hebatnya buku ini sudah saya Baca HABIS sebelum seminar itu diadakan ha ha ha  (jangan tanya saya apakah saya mengerti seluruh Bab itu semua atau tidak tetapi pastinya Buku itu sudah penuh dengan coret-coretan stabilo)

Selasa,29 Jan 2013 – Sesi 2 jam 6-8 Mlm. tanpa ragu lagi saya langsung meluncur dari kantor + 1 rekan kerja saya yang juga saat itu sedang antusias belajar mengenai Forex (masih Demo sampai saat ini). Dan ketika tiba di Ruang Seminar, memang benar yang diceritakan di radio kalau Wajah Pak Secundo memang tidak seperti yang saya bayangkan. Dimana Pak Secundo dengan gaya rambut anak muda dan beda sekali dengan gaya Pekerja kantoran. Dan selama seminar berlangsung saya benar2 terkagum oleh robot semi-otomatis yang di ciptakan oleh Pak Secundo itu sampai-sampai dalam hati saya harus ikut workshop itu.   HARUS!!!! (dengan penuh antusias dan sediti syarat).

Tetapi disaat itu tidak tau mengapa dalam batin saya sangat kuat bahwa saya tidak salah pilih investasi dan di kepala saya bergaung “ADA HARGA ADA KUALITAS, DAN ILMU ADALAH INVESTASI YANG TIDAK TERNILAI, CURRENCY TANPA INFLASI”,  tetapi masih ragu dan sampai selesai acara saya menghampiri salah seorang alumni dimana sebelumnya di melakukan testimoni. Dan pertanyaan apakah yang anda ucapkan/testimoni anda sungguh2 benar “keuntungan itu kita tinggal petik-petik saja?” dan iya menjawab YA.(disinilah saya mulai terhipnotis akan kata “Lazy Way”)

Disanalah saya langsung mendaftarkan diri untuk mengikuti Workshop (1-3 Feb), dan buku The “Lazy Way” of Forex trading masih saya baca sampai saat ini dan menjadi RESEP dalam memahami lebih tentang forex dan Robot yang saya gunakan saat ini.

Akir kata, Buku The “Lazy Way” of forex trading diibaratkan seperti sebuah Buku RESEP Masakan dalam sebuah bisnis restoran (bisnis FOREX).
Jika Resep yang kita baca dan praktekan berasal dari sang AHLI maka dapat dipastikan hasil dari bisnis kita pastinya akan MAJU & BERKEMBANG. Begitu pula sebaliknya.